Perkuat Strategi Ketahanan Pangan, Kantah Kota Mojokerto Gelar Rakor Pengendalian Alih Fungsi Lahan

Mojokerto – Dalam upaya memperkuat strategi ketahanan pangan nasional, Kantor Pertanahan Kota Mojokerto turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan krusial ini berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026, bertempat di Ruang Rapat Sheraton Surabaya Hotel & Towers.

Hadir secara langsung dalam agenda tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kota Mojokerto, Solehudin, A.Ptnh., M.H., bersama jajaran pimpinan tinggi dari Kementerian ATR/BPN serta kepala daerah se-Jawa Timur. Rakor yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN ini bertujuan untuk mengawal ketat luas lahan sawah di Jawa Timur yang merupakan salah satu lumbung pangan terbesar di Indonesia.

Rapat koordinasi ini secara khusus membahas sejumlah poin krusial, di antaranya adalah pemutakhiran data lahan melalui sinkronisasi data lahan sawah guna memastikan akurasi peta ketahanan pangan nasional. Selain itu, ditekankan pula mengenai pengendalian alih fungsi lahan dengan memperketat izin perubahan penggunaan lahan sawah menjadi non-pertanian, serta penguatan sinergi antarlembaga yang melibatkan kolaborasi intensif antara Kementerian ATR/BPN, Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penegakan aturan tata ruang.

Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran tokoh kunci, mulai dari Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu beserta tim dari Direktorat Jenderal PPTR. Hadir pula Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, Asep Heri, yang didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha serta jajaran Kepala Bidang.

Pertemuan ini semakin lengkap dengan kehadiran para Kepala Kantor Pertanahan se-Jawa Timur serta unsur Pemerintah Daerah yang mencakup Gubernur Jawa Timur hingga para Bupati dan Wali Kota di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi dan langkah konkret dalam mengendalikan laju alih fungsi lahan. Dengan data yang lebih mutakhir, pemerintah optimistis target Swasembada Pangan Nasional dapat tercapai dengan dukungan penuh dari seluruh satuan kerja di daerah.(tim)

Viral, Istri Grebek Suami di Rumah Pelakor di Mojokerto, Ini Link Videonya

Baca juga :