SURABAYA – Pada peringatan Hari Gizi Nasional 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen memperkuat pembangunan gizi sebagai prioritas dalam program Jatim dalam Nawa Bhakti Satya. Gizi dianggap sebagai pilar pembentukan manusia sehat, produktif, dan berdaya saing, serta investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Pemenuhan gizi cukup dan seimbang dijamin melalui program Jatim Sehat, dengan penekanan bahwa pembangunan generasi emas harus dimulai dari keluarga melalui kebiasaan makan sehat di rumah.
Upaya penguatan gizi dilakukan secara komprehensif melalui intervensi seperti penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, optimalisasi Posyandu, serta edukasi gizi lintas siklus kehidupan, berkolaborasi dengan berbagai pihak. Beberapa tantangan dihadapi, antara lain daya beli masyarakat terhadap pangan sumber protein, literasi gizi yang rendah, dan meningkatnya konsumsi makanan ultra proses. Tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dinilai relevan mengingat kekayaan pangan lokal Jawa Timur yang melimpah.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2024, prevalensi stunting di Jawa Timur turun signifikan dari 17,7% (2023) menjadi 14,7% (2024), menjadikannya provinsi terbaik di Pulau Jawa dan salah satu terendah secara nasional. Namun, beberapa kabupaten/kota masih memiliki prevalensi tinggi yang memerlukan intervensi terfokus. Pencegahan stunting harus dilakukan secara konsisten sejak masa remaja hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan karena menyangkut kualitas masa depan anak bangsa.
Pada momentum HGN 2026, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat melalui gerakan “Sehat Dimulai dari Piringku” untuk meningkatkan kesadaran pentingnya gizi seimbang. Ia juga berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor dalam edukasi gizi, penguatan ketahanan pangan lokal, dan percepatan penurunan stunting menuju Jawa Timur yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.(lyd)
Viral, Istri Grebek Suami di Rumah Pelakor di Mojokerto, Ini Link Videonya
Baca juga :

