Mengejutkan, AS Tiba-tiba Deklarasikan Situasi Darurat, Ada Apa?

Pemerintah Amerika Serikat (AS) tiba-tiba mendeklarasikan status darurat terkait wabah yang berkembang ke seluruh penjuru negara bagian hingga menjadi terbesar di dunia.

Wabah tersebut adalah cacar monyet (monkeypox) yang dinilai sudah menyebar luas di 48 negara bagian. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) sendiri telah mengkonfirmasi lebih dari 6.600 kasus cacar monyet.

Dengan deklarasi ini, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Xavier Becerra bisa memobilisasi lebih banyak sumber daya untuk memerangi wabah. Ini juga mendukung New York, Illinois, dan California yang menyatakan keadaan darurat negara bagian sebelum deklarasi federal.

“Mengingat semua perkembangan ini dan keadaan yang berkembang di lapangan, saya ingin membuat pengumuman hari ini bahwa saya akan mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat,” katanya, Jumat (5/8/2022).

Jumlah infeksi yang sebenarnya kemungkinan lebih tinggi daripada data resmi CDC. Karena pasien hanya dapat diuji setelah mereka mengalami ruam, yang dapat memakan waktu seminggu atau lebih setelah paparan awal virus.

WHO pun telah menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global Juni lalu. Di mana lebih dari 26.000 kasus cacar monyet dilaporkan di 87 negara.

AS menemukan 25% infeksi dari total yang dikonfirmasi di seluruh dunia. Otoritas kesehatan di Inggris pertama kali memperingatkan dunia tentang wabah itu pada Mei setelah mengonfirmasi beberapa kasus di sana.

Perlu diketahui, cacar monyet menyebar terutama melalui kontak kulit ke kulit saat berhubungan seks. Pria gay dan biseksual berada pada risiko infeksi tertinggi saat ini.

Menurut CDC, sekitar 98% pasien yang memberikan informasi demografis ke klinik diidentifikasi sebagai pria yang berhubungan seks dengan pria. Tetapi siapa pun memang dapat tertular virus melalui kontak fisik yang dekat dengan seseorang yang terinfeksi atau bahan.

Monkeypox jarang berakibat fatal. Namun total delapan orang telah meninggal karena penyakit itu di seluruh dunia.(tim/say)

Baca juga :