Penemu Batu Meteor di Indonesia Jual Rp 200 Juta, Ternyata Dibeli Kolektor Rp 26 Miliar

Berdasarlan laporan Daily Star, meteor itu dibeli seorang kolektor dari Amerika Serikat dengan harga 1,4 juta poundsterling atau setara dengan Rp 26 miliar (kurs Rp 18.600/poundsterling).

Setelah analisis, meteorit tersebut diklasifikasikan sebagai CM1/2 karbonan Chondrite, penemuan yang sangat langka yang membawa bahan kimia penyusun yang diyakini telah menjadi benih kehidupan di awal tata surya.

Seorang ahli meteorit, Jared Collins, yang berbasis di Bali, dikirim oleh kolektor bernama Jay Piatek untuk mengamankan meteorit langka tersebut, sekaligus melakukan negosiasi harga.

“Ponsel saya menyala dengan tawaran gila bagi saya untuk melompat ke pesawat dan membeli meteorit,” kata Jared dikutip Daily Star.

Kata Jared, Itu terjadi di tengah-tengah krisis Covid-19. Dan sebagai kolektor, ia pun dilema antara membeli batu untuk diriny sendiri atau bekerja dengan ilmuwan dan kolektor di AS.

“Saya membawa uang sebanyak yang saya bisa kumpulkan dan pergi mencari Josua, yang ternyata adalah negosiator yang cerdik.”

Setelah melakukan kesepakatan dengan Josua, Jared mengirimkan batu tersebut ke AS, dan sekarang menjadi koleksi Jay Piatek, seorang dokter dan kolektor meteorit dari Indianapolis.

Pecahan batu tersebut kemudian dijual kembali seorang kolektor kedua melalui situs jual-beli eBay seharga 757 poundsterling (Rp14,1 juta) per gram.

Artinya, harga batu seberat 1.800 gram yang dijual Josua bisa mencapai hampir 1,4 juta poundsterling atau setara dengan Rp 26 miliar.(tim/say)

Redaksi : Suara Merah Putih
Sumber : Kompas.com
https://regional.kompas.com/read/2020/11/19/09090081/harga-jual-rp-26-miliar-penemu-batu-yang-diduga-meteor-dapat-uang-rp-200

Baca juga :