Ratusan Warga di Jombang Dikarantina, Usai Ditemukan se Desa ada Puluhan Warga Positif dan Reaktif Covid-19

Kasus penyebaran virus corona di Jombang hingga kini masih belum mereda. Berdasarkan data resmi Pemkab Jombang, per 29 Mei 2020, jumlah pasien positif covid-19 sebanyak 41 orang.

Informasi yang dihimpum suaramerahputih.com, dari 41 pasien terkonfirmasi positif di Jombang, 5 diantaranya warga RT 2 RW 4 Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito Jombang.

Mereka adalah pria 43 tahun dan perempuan 40 tahun pasangan suami istri penjual sayur di pasar Keputran – Surabaya, pria 28 tahun buruh pabrik di Mojokerto, pria 60 tahun dan pria 52 tahun pedagang salah satu pasar tradisional di Kabupaten Jombang.

Selain itu, dari hasil rapid test 15 orang di lingkungan RT 2 RW 4 Desa Plosokerep menyatakan 15 orang reaktif. Mereka adalah yang kontak erat dengan pasien positif Corona, dan kini akan diisolasi di gedung STIKES Pemkab Jombang sambil menunggu hasil tes swab yang telah dilakukan, Rabu (27/5).

Sementara untuk memutus mata rantai penyebaran, kini ratusan warga Desa Plosokerep dikarantina selama 14 hari ke depan. Karantina wilayah itu hanya diberlakukan di Lingkungan RT 2 RW 4 Desa Plosokerep.

Sematrara data jumlah warga di lingkungan yang dikarantina adalah, 49 kepala keluarga (KK) terdiri dari 150 jiwa, termasuk di dalamnya ada 20 balita, 20 lansia, 1 ibu hamil dan 10 ibu menyusui serta 2 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Budi Winarno, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang mengatakan, karantina wulayah di salah satu RT di Desa Plosokerep ini merupakan keputusan dari Pemkab Jombang.

“Untuk 14 hari ke depan, masyarakat tidak diperkenankan keluar masuk RT tersebut,” ungkapnya di lokasi karantina wilayah, seperti dikutip dari detik.com (29/5/2020).

Sementara mengenai kebutuhan selama masa karantina akan disuplai oleh pemerintah dengan mendirikan DU (dapur umum) dengan dua kali makan dan minum.(tim/spo)

Redaksi : Suara Merah Putih
Sumber : Detik.com (Naskah Berita Asli)

Baca juga :