London – Dunia sepak bola internasional berduka setelah sebuah pesawat British European Airways (BEA) yang membawa rombongan Manchester United mengalami kecelakaan fatal di Munich, Jerman Barat, pada 6 Februari 1958.
Sebanyak 21 orang dilaporkan tewas, termasuk tujuh pemain tim utama Manchester United, dikutip dari laman BBC, Jumat (6/2/2026).Pesawat sewaan BEA tersebut membawa total 38 penumpang dan enam awak kabin. Tak lama setelah lepas landas dari Bandara Riem, Munich, pesawat terbakar usai gagal mengudara. Tragedi ini merenggut nyawa sejumlah pemain muda berbakat Manchester United yang dikenal dengan julukan Busby Babes, generasi emas sepak bola Inggris dengan rata-rata usia hanya 24 tahun.Tujuh pemain yang meninggal dunia adalah Roger Byrne selaku kapten tim, Mark Jones, Eddie Colman, Tommy Taylor, Liam Whelan, David Pegg, dan Geoff Bent. Selain itu, delapan jurnalis olahraga asal Inggris serta beberapa pejabat klub juga termasuk di antara korban tewas.
Pesawat tersebut tengah dalam perjalanan kembali ke Inggris setelah Manchester United bertanding melawan Red Star Belgrade pada laga Piala Eropa di Yugoslavia. Rombongan sempat singgah di Munich untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan penerbangan.Menurut laporan awal, kecelakaan terjadi saat pesawat mencoba lepas landas untuk ketiga kalinya. Pesawat melampaui ujung landasan pacu, menabrak sebuah rumah dengan sayap kirinya, berbelok ke kanan, lalu menghantam bangunan lain sebelum akhirnya terbakar. Meski demikian, badan utama pesawat dilaporkan tidak terbakar sepenuhnya. Sejumlah awak dan penumpang yang selamat bahkan kembali ke reruntuhan pesawat untuk menolong korban yang terluka.
Manajer Manchester United, Matt Busby, disebut sebagai salah satu korban dengan kondisi paling serius dan saat ini tengah menjalani transfusi darah di rumah sakit setempat. Sementara itu, penyerang bintang Bobby Charlton mengalami cedera kepala ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.Kepala Eksekutif BEA, A. H. Milward, menjelaskan bahwa saat kejadian Munich dilanda badai salju lebat. Pilot sebelumnya menunda keberangkatan karena merasa tidak puas dengan kinerja salah satu mesin pesawat.Tragedi ini merupakan kecelakaan fatal pertama yang melibatkan jenis pesawat BEA tersebut. Sejak mulai beroperasi pada 1952, pesawat tipe ini telah mengangkut lebih dari 2,34 juta penumpang dalam sekitar 86 ribu penerbangan tanpa insiden mematikan. Pesawat yang sama, bernama Lord Burghley, juga digunakan untuk menerbangkan rombongan Manchester United ke Belgrade pada awal pekan ini.
Atas peristiwa tersebut, Ratu menyampaikan bahwa dirinya “sangat terkejut” dan telah mengirimkan pesan belasungkawa kepada Wali Kota Manchester serta Menteri Transportasi dan Penerbangan Sipil. Tragedi Munich ini meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi Manchester United, tetapi juga bagi dunia sepak bola secara keseluruhan.(zmr)
Viral, Istri Grebek Suami di Rumah Pelakor di Mojokerto, Ini Link Videonya
Baca juga :

