Prostitusi Berkedok Warkop, Segini Penghasilan Mucikari Asal Mojokerto

Anis Itasari (31) wanita asal Kecamatan Kemlagi, Mojokerto ini mengelola bisnis prostitusi berkedok warung kopi (warkop) di Jombang sejak 2019.

Informasi yang dihimpun oleh suaramerahputih.com, Anis membuka bisnis esek-esek dengan mengontrak sebuah rumah di kawasan eks lokalisasi Tunggorono, Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Jombang. Untuk mengelabui polisi, dia menyamarkan prostitusi dengan membuka warkop di depan rumah kontrakan tersebut.

Para pengunjung warkop dia tawari berkencan dengan anak buahnya. Pria hidung belang yang berminat langsung bisa berkencan di kamar rumah kontrakan tersebut.

“Saya tidak merekrut (pekerja seks komersial/PSK), mereka datang sendiri ke rumah,” kata Anis kepada wartawan di kantor Satreskrim Polres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (14/6).

Wanita lajang asal Kecamatan Kemlagi, Mojokerto ini mempunyai anak buah 3 PSK. Usia mereka tergolong masih muda. Para wanita malam dari Kediri dan Nganjuk itu berusia 23-30 tahun.

Anis mematok tarif Rp 150.000 untuk sekali kencan selama satu jam. Dari setiap transaksi, dia menerima keuntungan Rp 25.000. Tersangka membantah menarik sewa kamar untuk berkencan.

“Saya dapat Rp 25 ribu, tidak pakai sewa kamar,” terangnya.

Ia menjelaskan, penghasilan dari bisnis haram ini untuk berbagai keperluan pribadinya. Mulai dari kebutuhan hidup di Jombang, mengangsur utang, membayar uang sewa rumah Rp 1 juta per bulan, hingga menafkahi anak angkatnya yang kini berusia 1,5 tahun.

Balita tersebut merupakan anak dari mantan anak buahnya yang hamil karena melayani para pria hidung belang. Anak itu ia titipkan di rumah orang tuanya di Mojokerto.

“Saya pulang seminggu sekali, saya kasih uang Rp 300 ribu untuk beli susunya dan pampers,” ungkap Anis.

Praktik prostitusi yang dikelola Anis digerebek tim dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang pada Kamis (10/6) sekitar pukul 14.30 WIB. Anis disangka dengan pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan menuturkan, tarif kencan dalam bisnis prostitusi yang dikelola Anis Rp 150-200 ribu selama satu jam. Tersangka menerima imbalan Rp 25.000 dari setiap transaksi.

“Satu hari dari tiga PSK, muncikari dapat keuntungan Rp 250 ribu,” terangnya, Jumat (11/6/2021).

Itu belum termasuk pendapatan yang diterima Anis dari menyewakan kamar untuk kencan. Menurut Teguh, tersangka mematok tarif sewa kamar Rp 40.000 per jam. Oleh sebab itu, tersangka rela membayar sewa rumah Rp 3 juta per bulan.

“Jadi, selain menyiapkan PSK, muncikari juga menyewakan kamar Rp 40 ribu per jam,” tandasnya.(tim/Sam)

Redaksi : Suara Merah Putih
Sumber : Detik.com (Naskah Berita Asli)

Baca juga :