Inisiatif Raffi dan Ari Lasso untuk Ajak Berinvestasi Beresiko. Apa Resikonya?

BEI menegur Raffi Ahmad dan Ari Lasso setelah kedua selebritas itu memamerkan portofolio saham emiten berkode MCAS, awal tahun 2021.

BEI sebenarnya menyambut baik inisiatif Raffi dan Ari untuk mengajak masyarakat berinvestasi. Tapi, tindakan itu bukan tanpa risiko.

BEI Menyebut rekomendasi itu bisa saja berujung masalah hukum bila masyarakat mengikuti saran Raffi Ahmad dan Ari Lasso kemudian kecewa karena rugi atau tidak mendapatkan keuntungan investasi seperti yang disampaikan. Lalu, bagaimana membeli saham agar tak sekedar ikut-ikutan, namun tetap bisa untung?

Pilih perusahaan sekuritas atau broker saham dengan biaya transaksi kecil.
Jika sudah mantap, siapkan dokumen yang diperlukan untuk pembukaan rekening efek

Mulai investasi dari jumlah yang kecil
Jika rekening atau aplikasi trading sudah siap, investor bisa memutuskan jumlah transfer ke rekening efek. Usahakan tidak menaruh uang dalam jumlah besar.
Memang, jika harga saham naik kita akan mendapatkan untung besar, tapi jika turun kerugian juga akan lebih menyesakkan.

Pilih saham di Index LQ45 atau IDX30
Saham di indeks tersebut biasanya memiliki likuiditas tinggi dan perusahaan yang masuk daftar indeks itu berlatar belakang dan mempunyai fundamental baik.

Amati situasi politik dan ekonomi
Membeli saham artinya ikut memiliki perusahaan. Keberlangsungan dan masa depan perusahaan rentan terpengaruh oleh kondisi politik dan ekonomi.

Pilih saham dengan fundamental baik
Ini bisa dilihat dari rekam jejak dan kinerja keuangan perusahaan.

Diversifikasi saham
Untuk mengurangi resiko kerugian, lakukan investasi saham di sektor yang berbeda-beda (disversifikasi) supaya ketika harga saham satu sektor turun, kerugian bisa ditutup dari sektor lain. (mya/tim)

Redaksi : Suara Merah Putih
Sumber : CNN Indonesia (Video Berita Asli)

Baca juga :