Yuri menilai, kekecewaan tenaga kesehatan saat ini karena disebabkan perilaku masyarakat yang kurang disiplin mematuhi protokol pencegahan penularan virus corona.
Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia belakangan ini menggaungkan istilah the new normal atau pola hidup normal versi baru yang menuntut warga hidup berdamai dan berdampingan dengan pandemi Covid-19.
Harif Fadhillah, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengatakan, dalam new normal, ada indikasi beberapa sektor kegiatan yang tadinya ditutup akan dibuka kembali.
Kata Harif, skenario new normal ini berpotensi menciptakan peningkatan kasus Covid-19 lagi dan berimbas pada tenaga medis, khususnya para perawat.
“Ini yang menjadi perhatian kami. Kami sudah punya prediksi, khawatir ada banyak eskalasi kasus. Jika kasus meningkat, maka kami-kami juga yang menjadi ujung tombak,” ujar Harif seperti dikutip dari Kompas.com.
Harif menegaskan, hal ini menjadi kegamangan tersendiri bagi para perawat yang memiliki resiko tinggi dan harus bekerja dengan memakai APD lengkap. “Berarti masih lama kami akan bertugas seperti hari ini,” tandasnya.
Sekedar informasi, hingga saat ini, data PPNI mencatat ada 20 perawat pasien Covid-19 telah meninggal dunia, 59 saat ini positif Covid-19, dan 68 perawat kini tengah dirawat sebagai pasien suspect maupun positif Corono.(tim/say)
Redaksi : Suara Merah Putih
Viral, Istri Grebek Suami di Rumah Pelakor di Mojokerto, Ini Link Videonya
