Dokter Positif Covid-19 Isolasi Mandiri di Rumah Diprotes Warga, Tuntut Dievakuasi ke Rumah Sakit

Penyebaran virus Corona atau Covid-19 banyak yang menyerang para tenaga medis, karena mereka sangat beresiko seiring dengan bersentuhan secara langsung dengan pasien Corona.

Sementara itu, banyak dokter yang positif covid-19 melakukan isolasi mandiri do rumahnya. Hal ini terkadang membuat warga sekitar merasa takut tertular, khususnya yang rumahnya berdekatan.

Infornasi yang dihimpun suaramerahputih.com, sejumlah warga di Mambulilling, Polewali Mandar, Sulawesi Barat ramai-ramai mendatangi rumah seorang dokter yang positif terinfeksi virus corona.

Mereka meminta dokter yang melakukan isolasi mandiri tersebut segera dievakuasi ke rumah sakit untuk diisolasi, bukan di isolasi di rumah. Karena, warga khawatir dokter tersebut akan menularkan virus ke para tetangga.

Asrianto, salah satu warga mengatakan, rumahnya dengan rumah dokter tersebut hanya berjarak sekitar 50 meter. Dia dan para tetangga merasa sangat cemas. “Kalau bisa, untuk sementara rumah pasien dikosongkan dulu,” ungkapnya, seperti dikutip dari kompas, Minggu (03/05/2020).

Asrianto juga mengatakan, aksi warga ini bukan untuk mengucilkan pasien, namun justru mendoakan pasien dokter tersebut agar cepat sembuh. “Dengan dirawat di rumah sakit. Semoga beliau bisa cepat sembuh,” tambahnya.

Selain itu, warga juga meminta agar lingkungan sekitar rumah pasien tersebut disemprot disinfektan. Dan setelah menyampaikan aksi protes, warga langsung menutup akses jalan menuju rumah dokter dengan menggunakan bambu.

Sementara Asmelia, PLT kepala Puskesmas Massenga mengatakan, dokter positif covid-19 tersebut diperbolehkan isolasi mandiri karena tanpa gejala. Namun, tetap dipantau setiap hari oleh petugas medis yang datang secara rutin ke rumah dokter tersebut.

Sementara tim kesehatan setempat saat ini sedang melakukan Tracing terhadap pihak-pihak yang kontak erat dengan dokter tersebut.(tim/say)

Redaksi : Suara Merah Putih

Baca juga :